Kamis, 10 Juni 2021

Taupik Hidayat Keinginan Bermain Sepak Bola

Keinginan Bermain Sepak Bola

Sejak usia 9 tahun pada tahun 2009 saya baru mengenal namanya Sepak Bola yang dimana mengenal sepak bola ini di kampung halaman sendiri di Tasikmalaya tempatnya di Cibalong namun sedikit dipedalaman. Pengertian Sepak Bola adalah salah  satu  cabang  olahraga  yang  sangat  populer  di  dunia  sampai saat ini. 

Sepak bola telah mengalami perubahan dan perkembangan dari bentuk sederhana dan primitif  sampai menjadi permainan sepak bola modern yang sangat digemari dan disenangi banyak orang tua muda, anak-anak bahkan wanita (Taufiqurriza, 2012). Sewaktu pengalaman pertawa itu hanya bermain melempar dan menendang bola tanpa sepengetahuan apa itu maen bola bagaimana cara memainkannya,hanya baru sekedar tau menendang berlari memasukan bola kegawang dan hal tersebut dilakukan setiap hari bahkan dalam setiap hari itu bisa beberapa kali bermain bersama teman bisa hingga larut sore hari.

Disetiap permainan tersut bahkan belum tau aturan bahkan hanya unuk bersenang senang bersama teman sehingga terkadang banyak melakukan kesalahan dan bahkan bisa mencelakakan teman sendiri.Dari sekian banyak orang yang melihan masih belum mengoreks bahkan istilahnya itu bodo amat tidak pedulu terhadap apa yang mereka dilihat,sehingga saya dan teman teman itu hanya gitu gitu saja tidak ada perubahan dalam bermain sepak bola.

Semaktu memasuki dunia pendidikan terutama dilingkungan Sekolah Dasar bahkan sewaktu Mata Pelajaran Penjas hanya pas pelaksanaannya itu sekedar pemanasan statis dan dinamais dan diberi kelompok serta dikasi bola dan biaran bermain sekemampuannya sendiri tanpa diberikan materi apa itu Sepak Bola,teknik dasar,cara bermain. Pengertian Pendidikan Jasmani adalah wahana yang mampu mendidik manusia untuk mendekati kesempurnaan hidup yang secara alamiah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan sehari-hari. Secara garis besar, pendidikan jasmani di Indonesia bertujuan mengembangkan


individu secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional (Firmansyah, 2009).Sehingga saya bersama teman itu terus tidak berkembang dan hanya tau itu menendang serta mencitakan gol kelawan tanpa memahami aturan apapun yang ada dalam permainan Sepak Bola.

Pengertian Latihan adalah suatu proses berlatih yang dilakukan dengan sistematis dan berulangulang dengan pembebanan yang diberikan secara progresif. • merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk mempersiapkan diri dalam upaya untuk mencapai tujuan tertentu (Hariono, 2006). Dan hal itu terusberlanjut sampai beberapa tahun dan yang diajarkanpun hanya itu itu saja halnya hanya bermain dan tidak diberi kesempatan untuk mengetahui teknik dasar.Sewaktu menginjak kelas 5 Sekolah Dasar di tingkat Sekolah Dasar ada namanya kejuaraan PORSENI yang dimana dilakukan setiap antar sekolah terlebih dahulu sebelum  mewakili tingkat Kecamatan.Saya diberi kesempatan untuk menjadi pemain PORSENI cabor Sepak Bola Tingkat Kecamatan dan mewakili sekolah yang dimana dalam  Porseni tingkat Kabupaten itugagal memenangkan kejuaraan,hal tersebut dikarenakan kembali lagi dimana cara kita bermainnya juga belum mempunyai atran yang jelas karena kuranggnya pemberian informasi.Hal tersebut menjadikan evaluasi dan tergerak untuk mencari tau berlatih Sepak Bola.  Setelah lulus Sekolah Dasar memasuki Sekolah Menengah Pertama pun begitu pula tidak jauh dengan cerita sewaktu ditingkat sekolah dasar yang dimana kurangnya pemberian pemahaman dikarenakan sekolam saya dulu pas SMP tidak memiliki lapangan Sepak Bola sehingga sewatu Pembelajaran hanya diberi materi tanpa mempraktekan Sepak Bola.

Disetian tingkat sekolah ada kejuaraan dimana di tingkat Sekolah Menengah Pertam disebut dengan LPI dimana dalam ejuaraan tersebut kembali gagal memenangkan kejuaraan dan kembali lagi ke cara kita bagai mana cara kita berlatih juga tidak ada.Sehingga saya ingin mencari tim yang bisa memfasilitasi untuk berkembang sehingga memperbaiki teknik serta pemahan Sepak Bola. Kondisi fisik saat bermain sepak bola meliputi i: 1) Kekuatan (strength), 2) Kecepatan (speed), 3) Kelincahan dan kondisi koordinasi (agility and coordination), 4) Power, 5) Daya tahan (endurance), 6) Cardiorespirathory function, 7) Kelenturan (flexibility), 8) Keseimbangan (balance), 9) Ketepatan (accuracy) dan, 10) Kesehatan untuk olahraga (health for sport) (Al Anshar, 2018). Baru dikalangan Lingkusan Sekolah Menengah Atas saya bisa mendapatkan tim dimana tim Tasik Selatan yang mampu memperbaiki dan berlatih bersama sehingga dapat memperbaikinya sejak itu ada hasrat kembali,semangat baru yang didapatkan.Pada saat itu pula ada keinginan yang kuat untuk bisa berkmbang dan mendapat tawaran untuk Seleksi di tim Soeratin Kota Tasik bersama teman lainnya,dengan hasrat dan tekadd kuat bisa masuk tim Soeratin PERSIKOTAS Kota Tasik tahun 2017.Pengalana resmi saya sewaktu usia 17 tahun itu menjadian batuloncatan saya yang ingin berkembang terus dan mengejar sepak bola meski terkadang banyak hambatan dan rintangan yang penuh cobaan.Sehingga banyak kembali mengikuti kejuaraan LSN Liga Santri Nasional dan memasuki putaran Naional yang dilaksanakn di Bandung hal tersebut bisa menambah pengalaman saya bisa berkenalan dengan seluruh tim yang ada di Indonesia yang lolos diputaran Nasional tersebut.

Kembali di usia 18 sampai 19 tahun ada hasrat yang tidak terlaksana sewaktu itu dimana Keinginan menjadi pemain BK PORDA yang didak terlaksana dikarenakan terlalu muda untuk mengikuti seleksi tersebut hingga saat ini belum bisa dikarenakan terlalu lewat usia.Namun ada pengalaman yang luar biasa dalam diri saya bisa masuk ti Liga 3 di ti PERSEKABTAS Kab.Tasikmalaya meskipun hanya Liga 3 Jawa Barat dan pengalaman tersebut menjadikan pengalaman terbesar yang saya rasakan karena bisa dikatakan awal dari tingkat untuk bisa naik tingkat Liga selanjutnya.Meskipun banyak rintangan dan halauan dalam tim tersebut saya harus memiliki harsat yang kuat demi melalui proses tersebut.Meskipun dalam event tersebu tim kami belum bisa memuaskan tapi hal tersebut bisa menjadikan evaluasi kedepannya dan jadi bahan pembelajaran untuk semua pemain yang ada didalam tim tersebut.

Banyak sekali luka liku dalam tim tersebut karena barunya dan mungkin bisa dikatakan masih belajar dari mulai staf dan pemainnya masih dalam belajar namaun dalam evaluasi yang dilkukan banyaksekali yang harus diperbaiki agar kesejahteraan dan kekompakan dan yang lainnya bisa dicapai agar lebih baik lagi kedepannya dan bisa membawa nama baik Tasikmalaya kejenjang yang lebih tinggi dalam dunia olahraga terutama Sepak Bola.Kondisi fisik pun harus lebih prima adapun Komponen Kondisi Fisik Adapun komponen-komponen kondisi fisik yaitu kekuatan, daya tahan, daya ledak otot, kecepatan, kelentukan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan (Setiawan, 2013).Dal hal ini juga menjadikan bahan acuan atau pembelajaran yang pernah dilalui dan dilakukan untuk mengukur serta mengetahui tingkat keberhasilan didalam sepak bola ini.Dalam setiap yang dilakukan dan dilaksanakan harus banyak sadar diri dan mengoreksi terlebih untk diri sendiri terlebih dahulu.

Memasuki ranah dunia pendidikan Perguruan Tinggi dimana saya kuliah di Universitas Siliwangi dan mengikuti organisasi UKM Sepak Bola Unsil United yang diimana oragni sasi tersebut baru saya rasakan selama 1 tahun dan dimana paling memperhatikan terhadap kondisi para pemainnya dan mengerti apa yang mereka dan pemain butuhkan itu saling melengkapi.Pengertian Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi (Indrajit & Djokopranoto, 2006). Sehingga terdapat banyak Prestasi yang didapatkan dan terakhir didapatkan itu Juara 3 Rektor Cup Unsoed.Pengalaman tersebut menjadi begitu mengesankan karena awal saya yang bisa dimengerti oleh tim dan organisasi tersebut.Meskipun sekarang dengan kondisi diPandemi sulit untuk berkumbul dan berlatih bersama namun terdapat latihan mandiri dalam setiam harinya dan itu meskipun berat untuk dilakukan tetapi harus memaksakan dengan kebutuhan dari setiap masing masingnya.

Sekilai cerita pengalaman dalam dunia Sepak Bola saya itu hanya sepenggal cerita kecil saya dan mungkin sebagai tolaan pertama saya untuk bisa berkembang dan bangkit kembali demi merealisasikan keinginan yang lebih untuk mencapinnya.Hal tersebut tidak mudak dilakukan dan mungkin banyak rinangan yang harus dilalui dan dilakukan demi tercapainya keinginan lebih maju lagi.Banyak hal yang harus ada modal demi merealisasikannya itu mungkin dengan sabar,pengorbanan baik itu materi atau non materi yang harus direlakan.Mungkin diluar sana banyak yang lebih mengeluarkan  pengorbanan tersebut untuk mencapainya serta mengembangkan kemampuannya demi cita cita yang terlealisasi.Nah kita selagi bisa dan mampu untuk mengejar itu harus kita coba dan coba meski dalam hal kontek susah maupun susah perlu ada kalanya mencoba terlebih dahulu,soal hasil itu proses yang menentukan dan mejawab semuanya.Serta tidak boleh mengeluh serta menyerah dalam melakukan hal tersebut.Semuanya itu harus dengan mimpi,tekad kuat serta berusaha semaksimal mungkin agar mampu mencapainya dan hal tersebut kembali lagi ke diri sendiri apakah au lanjut atau berhenti.Keep Learning and Stay Humble.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Al Anshar, D. (2018). Pengaruh Metode Drill Terhadap Kemampuan Teknik Dasar Passing Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola (Ssb) Sheva Sukakersa.

Firmansyah, H. (2009). Hubungan motivasi berprestasi siswa dengan hasil belajar pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 6(1), 41–42.

Hariono, A. (2006). Metode melatih fisik pencak silat. Yogyakarta: FIK UNY.

Indrajit, R. E., & Djokopranoto, R. (2006). Manajemen perguruan tinggi modern. Andi.

Setiawan, D. (2013). Kondisi Fisik Pemain Sepakbola Klub Asyabab Di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Olahraga, 1(1).

Taufiqurriza, H. (2012). Tingkat keterampilan dasar permainan sepak bola pada siswa sekolah dasar. ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation, 1(1).

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar